ketika niat mulia kalah sama tensi🩸❤️‍🩹

Menjaga Makhluk Tuhan Biar Enggak Mati (Sebuah Perjalanan Donor Darah yang Plot Twist) 

Perkenalanku sama yang namanya "donor darah" itu fiks dimulai zaman-zaman mutiara hitam alias pas masih MTs di pesantren pertama dulu (halo, NQ!). Seingatku, setiap dua atau tiga bulan sekali, gerombolan Mas-Mas dan Mbak-Mbak PMI bakal dateng berkunjung. Waktu itu? Boro-boro tertarik. Selain emang umur belum masuk kriteria, liatain jarumnya plus kantong-kantong isi darahh ajaa udah pengen muntahhhh.

Sampai akhirnya, tibalah masa-masa SMA. Aku ingat banget, siang itu lagi pelajaran kitab Bulughul Maram. Neng Zulfa, pengampu materi hadis kami, tiba-tiba menyinggung soal donor darah di sela-sela penjelasannya. Dawuh beliau kurang lebih begini: "Donor darah itu salah satu pekerjaan yang mulia. Bisa jadi darah yang kalian donorkan itu dipakai sama para ulama yang sedang membutuhkan. Beliau-beliau pakai untuk syiar dan dakwah, dan darah kalian mengalir di dalam tubuhnya. Bayangkan betapa banyak pahala yang terus mengalir ke kalian."

Mendengar itu, sisi humanisku terenyuh, tapi isi kepalaku malah refleks nyeletuk julid: "Lahh, gimana kalau darahnya nanti malah dipakai sama orang yang niatnya buat maksiat?" Isi pikiran random itu cuma kusimpan sendiri. Tapi untungnya, selang beberapa hari, gerutuanku itu dijawab oleh diriku sendiri: "Ya enggak apa-apa juga kali! Niatin aja buat menjaga makhluk Tuhan biar enggak mati!" Oke, kira-kira seperti itulah jawaban erina untuk diana waktu itu. Deal.

Tapi di balik niat mulia itu, ada satu kesalahpahaman paling kocak sepanjang sejarah hidupku. Dulu, aku mengira orang yang donor darah itu bakal dibayar pakai duit cash. Sampai pada suatu hari, pas lagi telponan sama ibuk e, dan nanya kenapa pak Rusdi (ayahanda tercintahhhh) kok enggak ikutan nimbrung di telepon, Ibuk dengan santainya menjawab, "Bapakmu lagi donor darah."

Seketika duniaku runtuh. Aku nangis sesenggukan, sedih sekaliiii sampai ke ulu hati. Di otakku langsung tersemat pikiran dramatis: Ya Allah, Bapakku segini bokeknya kah sampai nekat ngejual darah sendiri?! 😭🤣

Begitu tahu fakta kalau donor darah itu murni sukarela alias gratis tis, di situlah titik balikku. Keinginan buat donor langsung meroket eheeeeww🤸🏼😚. Jadi, setiap kali PMI datang ke pesantren, aku mesti ikutan daftar. Tapi takdir berkata lain. Sampai lulus pun, statusku cuma jadi "pendaftar abadi". Kalau enggak karena HB rendah, tensi drop, ya minimal lagi flu atauu pas lagi haid. Intinya: Ditolak terus!

Harapan baru muncul lagi pas aku pindah ke pesantren kedua (SKJ). Dalam hati berdoa, semoga di sini ada agenda PMI lagi. Dan yes! Setelah satu-dua tahun menetap, info yang ditunggu-tunggu itu akhirnya rilis. Aku langsung daftar dengan sisa-sisa optimisme yang ada😋. Hasilnya? Pecah telur! Untuk pertama kalinya dalam sejarah, aku dinyatakan lolos dan berhasil donor darah. Rasanya? Senangggggg sekaliii, berasa kayak habis menang lotre. Sayangnya, setelah momen bersejarah itu, info donor darah enggak pernah kudengar lagi.

Sampaii akhirnya, waktu membawa aku kembali ke rumah. Hari ini, untuk pertama kalinya aku berniat donor darah di tempat asal sendiri. kali ini kompak bareng Bapak Rusdi. Tapi dasar hidup penuh komedi, kami berdua kompak DITOLAK secara terhormat! Alasannya? Yang satu tensinya kerendahan, yang satu ketinggian wkwkwk.

Tapi ya... namanya juga hidup, kalau enggak ada komedinya kurang seru. Setelah dicek sama petugasnya, kami berdua kompak ditolak secara terhormat. Alasannya? Yang satu tensinya kerendahan, dan yang satunya lagi kematengan alias ketinggian! Wkwkwk. Akhirnya kami cuma bisa pulang sambil ketawa pasrah.

Intinya, perjalanan donor darahku ini emang penuh komedi. Dari yang awalnya takut jarum, sok kritis mikirin dosa orang, nangis bombay ngira bapak bokek parah sampe rela jualan darahnya, sampai akhirnya kompak ditolak bareng bapak sendiri. Plot twist donor darah yang penuh komedi, dan yang jelas target utama buat "menjaga dan menolong makhluk Tuhan biar enggak mati" fiks bakal tetap jadi misi utama yang harus dituntaskan di kesempatan berikutnya! Yukk donor darah barengg, donor darah itu pekerjaan yang muliaa lohhh😚🤸🏼

Sekian cerita darikuuu, terima kasih sudah menyimak sampai akhirrr️‍🔥

Komentar