Satu bab yang tak pernah masuk rencana, yang ternyata memberiku paket rasa paling lengkap di dalamnya.
Katanya, (pastinya kata orang, gak mungkin kata kambing hehe) Pertemuan terbaik sering kali berawal dari tempat yang paling kita hindari. Dan perpisahan paling berat adalah saat kita harus melangkah pergi dari tempat yang ternyata sudah terlanjur menjadi rumah. Ada tempat-tempat yang kita datangi karena rencana, tapi ada juga tempat yang kita singgahi karena garis takdir yang lumayan manis mungkin. Di Ma’had Aly ini, aku belajar bahwa beberapa pertemuan memang tidak dirancang untuk selamanya, tapi diciptakan untuk diingat selamanya. (dan aku, sudah beberapa kali mengalami momen yang sepert ini🥀💔)
Kalau dipikir-pikir, lucu ya? Tempat yang dulu paling aku hindari, sekarang malah jadi tempat yang bikin aku bingung mau ninggalin atau nggak. Duluuu, Ma'had Aly ini sama sekali nggak masuk dalam list-ku karena aku pengen banget cari suasana baru yang nggak ada teman-teman lamanya. Tapi nyatanya, aku malah singgah di sininya lumayan lamaaa. Kata temen-temen sihhh, orang yang ada di sini itu karena undangan Kyai Sepuh🙆🏼♀️️hehehhe. Semoga itu bener yaaaa, dan yang paling penting, semoga berkah beliau dan tempat ini beneran mengalir terus di hidupku. Amin!
Dan sekarang, takdir manis itu sepertinya harus menemui batas waktunya. Sekarang, kenyataan dari kalimat ‘people come and go’ beneran tersaji tepat di pelupuk mataku, dan lucunya, kali ini akulah orang yang harus berjalan pergi. Rasanya nano-nano sekali mau ninggalin orang-orang dan tempat ini. Ahh tempat ini, tempat dengan paket perasaan paling lengkap: pernah ada nangis-nangisnya, ketawa nggak jelasnya, dan momen senyum-senyumnya yang nggak kalah banyak.
Jujurly, kalau ditanya mau boyong atau enggak, aku masih aras-arasen, gimana yaa, kadang sudah yakin banget mau boyong, kadang malah gak pengen banget. Apalagi pas kelar rapat sama para ustad dan ustajahh hadits kemarin, hemmmmmm makin-makinlah perasaanku ini bimbang antara bener boyong atau milih netep di sini. Tapii sepertinya, keinginan buat boyong emang sudah bulet dan lebih gede. Buktinya? Dari kemarin aku sudah mondar-mandir sibuk ngurusin berkas rekomendasi berhenti. Hahahaa.
Di masa-masa transisi yang tinggal menghitung hari ini, kerjaanku tiap hari tuh scanning seisi tempat ini beserta muka orang-orang di dalamnya. Aku bener-bener pengen nge-save semua yang ku lihat ini dengan kualitas HD di kepalaku. Biar besok-besok pas aku lagi kangen mungkinnn, semuanya masih kesimpan rapi, jelas, dan nggak ada satu pun detail yang pudar.🤸🏼🙆🏼♀️😚
Situasinya tuh beda banget sama zaman SMA dulu. Sekarang temen-temenku rumahnya jauh-jauh bangettt, mencar ke mana-mana. Kalau dipikir-pikir, peluang buat kita bisa ketemu lagi tuh kayaknya cuma 30% doang. Kecil banget, kan? Makanya, mumpung masih pada ngumpul di sini, di tempat yang penuh drama dan kenangan ini, aku gunain waktu buat scan muka kalian lekat-lekat. Muka yang kadang bikin ketawa, kadang nyebelin, muka yang sedikit ada cekepnya itu, sampai muka bl-bl kalian pun aku rekam semua. Aku beneran definisi TEMAN yang nggak ada duanya, kan? 🤣 Nggak cuma muka-muka kalian aja yang aku scan lewat mataku ini, tapi tiap sudut di tempat ini pun kujajah semuaa sampai tuntas tanpa ada yang kelewat;
- Perempatan jalan itu (kata kembaranku, jalan itu tempat keramat yang manis🤣🤌🏼)
- Musholla (Pintu kanannya), ku scan benar-benar tempat itu, senyumnya kala itu, ku simpan rapi sekali.
- Wartelnya. Yang penuh antrean dan rahasia, hahaha.
- Samping dhalem neng ufil, Space kecil yang entah kenapa suasananya selalu hangat dan bikin betah, tempat ternyaman untuk bengong. (aku bacain jampi-jampi kokk, jadi amann dari gangguan makhluk soft hahaha)
- Sekat-sekat perpus, indah sekali kalau diingat awal-awal ku berada di sini🤸🏼🙆🏼♀️️.
- Jalanan biru🙆🏼♀️️❤️🔥🤎😶🌫️
- Markas yang merangkap kelas🤣, ini sih tempat ternyamann. Selama aku di sini.
- Maif tujukuuuwww, tempatt merem dikala malam dan pelarian ketika bosan di markas tercintah wkwk.
- Dannn banyak sekalii tempat-tempat bersejarah di sinii.
Semuanya indah sekali, tempatnya, suasananya, dan terutama orang-orangnya🤎
Terima kasih banyak, Ma'had Aly-ku, untuk semua pengalaman luar biasa serta kenangan manis pahitnya. Dan terima kasih juga untuk orang-orang yang pernah singgah, atau bahkan yang masih bertahan di tempat ini sampai sekarang. Aku memang tidak memiliki banyak orang dalam hidupku, tapi karena kalian semua, hidupku yang tadinya kupikir flat-flat saja, ternyata jadi jauh lebih oke dan berwarna! Di sini pula aku mulai mengenal seseorang, beberapa orang... terima kasih ya sudah mengambil peran-peran hebat dalam hidupku, sekecil apapun itu, kalian berharga.
Oh iya, satu lagi yang paling penting! Buat kamu dan kalian-kalian semua, maafin segala salahku yaa, baik disengaja ataupun nggak. Maaf banget buat segala cerewetku (tapi aku yakin sihh, kalian bakal kangen sama ocehan-ocehanku itu hahahahhahah), tingkah menyebalkanku, dan semua kelakuanku yang mungkin bikin kalian kesel setengah mati. Kalian wajib maafin aku, karena aku pun udah lebih dulu maafin segala kesalahan dan tingkah laku kalian yang nggak kalah ajaib. Pokoknya kita impas yaaaaaaaaa, harus clear sebelum aku boyong! Hahahaaa🙆🏼♀️🤣🤣
Aku pamit dulu ya. Memorinya aku bawa pulang, rindu dan barakahnya semoga menetap selamanya. Thank you for everything! ✨I'm ready for the next chapter, but this beautiful scene will stay with me forever! 👋💖

kapan bisa mendengar cerewetnya lagi?
BalasHapustanya allah.
BalasHapus