gws +62

KOMPAS.com - Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21) tewas terlindas mobil rantis Brimob saat pengamanan demo 28 Agustus 2025 di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pagi tadi,  saat membuka instagram, aku langsung disuguhkan oleh deretan postingan yang memberitakan tentang ojol yang tewas dilindas. Aku scroll terus kebawah dan berandaku penuh dengan berita itu. Aku tak bisa berhenti mencari tahu lebih dalam, dan pencarianku dipenuhi dengan berita mengharukan tentang affan kurniawan ini.

Melihat tubuhnya yang dilindas (dilindas atau terlindas? Ingat, keduanya beda makna) oleh tempur besi itu membuatku terdiam, mata perlahan memanas dan tak kuasa menampung airnya yang memaksa keluar. Gak bisa, gak bisa, aku gak bisa lihat vidio ini!๐Ÿ˜ญ kepalaku penuh dengan segala tragedi yang serupa. Vidio itu begitu disturbing, mengguncang hati dan pikiran, aku yakin tak hanya aku, tapi jutaan orang yang melihat juga merasakan hal yang serupa.

28 Agustus 2025, hanya sebelas hari setelah indonesia merayakan kemerdekaan ke-80, Affan menghembuskan nafas terakhirnya, dilindas oleh kendaraan besi milik polisi. Mobil yang sebenarnya dibeli dengan keringat dan kerja keras Affan sendiri. Dia adalah pencari nafkah, usianya baru 21 tahun, mimpi dan harapannya masih begitu panjang, tapi semuanya terhenti secara tragis. Sesak banget dadaku nulis kaya beginiann๐Ÿ˜ญ tapi akuu ingin lanjut nulis, ngerti gak sihh, ini menyesakkan banget!.

Dia bukan keluargaku, aku bahkan tau namanya baru tadi pagi, tapi aku merasakan bagaimana kekalutan, cemas, khawatir dan marah menjadi satu. Aku saja yang bukan siapa-siapa korban merasakan perasaan seperti ini apa lagi keluargnya?! Gak bisa terbayangkan bagaiamana perasaan orang tuanya kehilangan anak yang dirawatnya selama 21 tahun, dan direnggut hanya dalam hitunagan jam, atau bahkan dalam hitungan menit saja? Rasa sakit itu begitu nyata, menjalar ke seluruh nadi bangsa.

Apakah rasa ini cuma milik rakyat biasa saja? Aku berharap tidak. Aku berharap ‘PEMIMPIN’  yang nyaman di kamar kosan seharga tiga juta per malam juga merasakan getirnya kejadian ini, (dann ingin teriak di telinga mereka, “tragedi ini gara-gara kaliaann๐Ÿ‘Š๐Ÿผ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ญ) aku tahu kalimat-kalimat ini mungkin tak akan mengubah apa-apa, karena dunia kadang terlalu bisu pada jeritan sederhana. Tapi ini bukan soal FOMO atau mencari perhatian. Ini soal empati, solidaritas, dan kemanusiaan yang seharusnya mengalir dalam setiap detik nadi kita.

Dari kemarin-kemarin melihat aksi demo yang ramai di jejaring sosial, terlintas dalam kepala; aparat dan rakyat adalah korban dari ambsi kekuasaan yang tak berujung. Aku berharap, di tengah semua kekacauan ini, mereka semua — baik aparat maupun rakyat biasa — diberi keselamatan dan perlindugan. Fyi, aku termasuk satu dari beberapa orang yang sangat memuja profesi polisi, gak tau, intinya aku kagum (teman terdekatku pasti tau alasannya) tugas seorang aparat adalah memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, menjaga ketertiban dan keamanan agar kehidupan bisa berjalan dengann baik, namun setelah melihat kejadian tragis yang menimpa Affan Kurniawan, apakah tugas itu masih dijalankan dengan benar? Tolong adili kejadian ini seadil-adilnya!๐Ÿ™๐Ÿผ Indonesia adalah negara demokrasi: kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat.

Kalian ngerti gak sih? Betapa beratnya kehilangan๐Ÿ˜ญ, betapa tragisnya sebuah kehidupan yang harus berpulang tanpa bisa menyerap segala mimpi dan harapan yang belum sempat terwujud itu. Kuulangi lagi, dia baru 21 tahun lohh๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ, betapa besar harapan orangtuanya ke dia. Kami — rakyat biasa — akan terus mengenang Affan. Bukan hanya hari ini, bukan hanya tahun ini, tapi mungkin hingga puluhan, ratusan tahun ke depan. Sebagai saksi bisu bahwa kemanusiaan harusnya lebih dari sekedar kata hampa laporan berita.

{ู…َู†ْ ู‚َุชَู„َ ู†َูْุณًุง ุจِุบَูŠْุฑِ ู†َูْุณٍ ุฃَูˆْ ูَุณَุงุฏٍ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูَูƒَุฃَู†َّู…َุง ู‚َุชَู„َ ุงู„ู†َّุงุณَ ุฌَู…ِูŠุนًุง} [ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ: 32]

“Barang siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia”

 

Semoga seluruh amal ibadahnya, allah terima.

get well soon negeriku.

Al fatihah...

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar