my pilu

Pilu; sore tadi aku merasakan perasaan itu, momen sedih perkara melepaskan kepergian, bukan kepergian seperti di tahun 22, tak sesesak itu, namun cukup mampu membuat tenggorokanku seret karena nahan tangis.

Menyaksikan langsung momen haru tentang kasih sayang seorang kakak kepada adiknya, yang membuatku berpikir kalau aku di posisinya, aku bakal rela berkorban gak, untuk ngatasin masalah rere?! Aku harus ngorbanin ujian skripsiku, untuk ngatasin rere misal, aku belum yakin aku bakal bisa sepertinya. Momen yang kulihat tadi itu berhasil menamparku, ternyata selama ini aku belum menjadi kakak yang cukup baik untuk rere.

Melihat raut muka temanku ini membuatku throwback di masa-masa sesakku. Aku seperti melihat diriku di tahun sesak itu. Kalau dibanding dengan kisahku, jelas kisahnya lebih menyesakkan, tapi hebatnya dia masih bisa nasehatin temannya supaya gak lupa bedoa untuk meminta ketenangan. Pas masa-masa sesakku dulu, boro-boro nasehatin temen, di ajak ngobrol aja aku langsung keluar air mata, rasanya waktu itu duniaku seketika runtuh.

Pertemananku dengan dia itu bukan pertemanan yang di situ ada dia, pasti juga ada aku. Bukan, pertemenanku bukan seperti itu, cumaaa ketika aku bercerita dengannya aku merasa puas, karena dia benar-benar mendengarkan. Masih jelas dalam ingatanku, dia marah-marah pas aku cerita tentang masalah asmaraku, kata dia aku plin-plan soal rasaku wkkw. Padahal dia lebih muda dariku tapi pengalaman asmaranya melebihi aku mungkin haha. Sehat-sehat ya fath!

(kalau di pikir-pikir aku emang gak punya temen yang deket banget sampe kemana-mana ada dia harus ada aku yaaa wkwk, selama ini aku cuma berteman kalau kita cocok ngobrolnya, yaa pertemanan kita bakal awet hihii, kayanya predikat sahabat di kamusku cuma aku kasih ke ibuk deh 🤣, mungkin predikat sahabat di kamusku nanti akan aku kasih ke suamiku juga hahah, jadi pas aku memutuskan mau terima someone, di situu akuu harus tegasin ke dia, kalau di ibadah terpanjang nanti itu aku gak cuma cari orang yang hanya hidup satu atap denganku, lebih dari sekedar itu aku ingin memiliki sosok suami yang merangkap sahabat dan kakak laki-laki juga untukku. Kira-kira dapet yang kaya gitu dimana yaaa? Shopee kah? Atau di tokped?🤣🤣)

Back to topic.

Malamnya aku kembali menyaksikan langsung kepedulian seorang guru kepada muridnya. Sumpah, mendengar beliau ngomong lengkap dengan penjelasannya di papan, aku langsung geleng-geleng kepala, “aku juga punya perasaan kesal dan ingin ingkar dengan keputusan yang di tetapkan, tapi bedanya ingkarku hanyalah ingkar biasa, sementara pengingkaran beliau berbukti, pengingkaran beliau disertai dengan kajian ushul fikihnya 🤗kira-kira seperti itu isi hatiku tadi wkwkw. Andai semua orang disini pemikirannya seperti beliau, aku bakal mikir 1000 kali buat boyong, mending lanjut aja. (haallah alesanmu rin😂)

Seharusnya, dari kisahku dan kisahnya sudah jelas bahwa setiap orang akan mempunyai ujiannya masing-masing, namun, di balik setiap ujian itu tersimpan pelajaran berharga yang menguatkan jiwa dan memperindah perjalanan hidup. Kita semua berjalan di jalan yang berbeda, dengan beban dan harapan yang unik, namun semua berujung pada kedewasaan dan kebijaksanaan yang tak ternilai. Jadi, biarkan setiap kisah menjadi guru terbaik dalam menapaki langkah-langkah selanjutnya dengan penuh keikhlasan dan harapan.

Harus percaya, bahwa semua sesak saat ini akan menjadi esok yang bahagia. Layaknya bahagia yang tidak pernah abadi, hari-hari berat itu juga pasti akan terlewati.

Sehat-sehat fath, dan sehat-sehat orang-orang yang membersamaiku saat ini.🤍


Komentar

  1. sepertinya bukan hanya soal kakak beradik ini kak. tapi juga soal asmara yang terlambat berasrama xixixi🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku menyangkal tahu sesuatu😂 tpi mungkin ini kali ya, definisi org yg di hati bakal kalah sama yang lebih gercep😂😂✌🏼

      Hapus
  2. Kata petrik: dunia mmg tdk adil jdi terbiasalah. Makasih do'anya mbk Erin☺. Aku do'ain dah jodoh sama dia wkwkwk

    BalasHapus

Posting Komentar