anak dari masa depan

Hay, pernah nonton film perayaan mati rasa? Aku baru menontonnya kemarin, padahal film itu udah dari sebulan yang lalu nangkring di LP ku, lagi gak mood aja nonton film indoo hihii. Menurutku film itu sangat recommended untuk anak pertama yang di kepalanya isi ovt semua yaa (exmpl akuu😭🤣).  Seseorang yang setiap hari selalu merasa khawatir akan sebuah pencapaiannya, cemas terhadap sesuatu dan berujung merasa tak pernah diinginkan atau tak berharga.

Dari film itu aku menemukan pengetahuan baru tentang kedalam laut;  zona batial dan zona neritik, dua zona laut yang berbeda berdasarkan kedalamannya, sehingga menimbulkan efek pencahayaan yang berbeda.

Kelar nonton film itu, aku mampir ke laman aplikasi X ku, menggulirnya terus ke bawah dan menemukan postingan tepatnya tanggal 16 april 2023, ketika membaca captionya, aku tertawa. Bisa-bisanya udah prepare  apa aja yang mau diperlihtkan ke anaknya, padahal di tahun itu pasangan aja gak ada😂eh sekarang puunn... 😁,tapi aku udah M O kok, jadi jangan bawa-bawa dia yg datang di masa sebelumyna ya. Jangan asbun hihi.😊🙏🏼

Setelah merasa puas menertawakan diri sendiri, aku jadi ngide gak cuma mau memperlihatkan vidio ibunya, tapi juga kemudian mengajaknya duduk, saling berhadapan, dan menceritakan betapa hectic dan bising kepala ibunya menghadapi zona batial di tahun sebelumnya.

Cemas, takut, ovt, serta tekanan kehidupan yang terasa seperti ombak besar menggulung dalam keheningan gelap. Semuanya bercampur menjadi satu, seperti badai di tengah lautan sunyi yang memaksa ibunya bertahan dan mencari jalan di tengah keterbatasan dan ketidakpastian. Namun kemudian di tahun 23 datanglah zona neritik, sebuah transformasi dari kegelapan menuju cahaya, dari keheningan menuju keramaian yang penuh warna.

Di sinilah harapan mulai tumbuh, keraguan mulai mereda, dan kehidupan yang dulu penuh kekhawatiran mulai menemukan ruang untuk bernapas dan berkembang. Peralihan itu bukan hanya tentang perpindahan waktu, melainkan perjalanan batin yang membawa ketenangan setelah badai, pelajaran dari masa penuh rintangan menuju masa kelimpahan dan peluang baru yang menanti.

Dalam setiap peralihan itu, ibunya belajar melepaskan beban yang berkecamuk di kepalanya, mengganti kecemasan dengan keberanian, dan dari keletihan menjadi kekuatan untuk melangkah maju. Dari kegelapan zona batial ke cahaya zona neritik, ada cerita tentang ketangguhan, harapan, dan kehidupan yang terus bergerak maju meski badai datang silih berganti.

Pesan untuk anak dari masa depanku, “Nak, hidup itu kayak laut, kadang gelap dan penuh badai di zona batial, tapi itu cuma fase sementara. Bawa selalu ‘senter’ semangat dan doa biar nggak nyasar. Ketika  sampai zona neritik yang terang dan ramai, nikmati hidupnya, tapi jangan lupa ‘pelampung’ kewaspadaan dan sikap hati-hati supaya tetap aman😊

Ingat yaa, jangan sampai hidup kayak wifi di laut gelap, lemot sinyalnya! Cari zona neritik supaya sinyalmu penuh dan bisa streaming kebahagiaan tanpa buffering. Terus semangat dan jangan lupa ketawa—karena ketawa itu bikin hidup lebih ceria😊. Love you, Nak!”

 

 

Ibu menyayangimu dengan sangat🤍

17 Agustus 2025, Bumi Sukorejo.

Dirgahayu Indonesia ke-80! Semoga selalu jaya, bersatu, dan maju terus! Merdeka!

 


Komentar

  1. terus endingnya kedapatan punya anak yg stay cool, jadi pas ibunya cerita dia cuma liatin muka ibunya doang tanpa ekspresi apapun wkwk.

    BalasHapus
  2. klo bukan emaknya yang cool berarti bapaknya yang cool, jadi bapakanya adalah,,,,,🤣🤣🤣

    BalasHapus
  3. sumpahh sihh, iqbal gtg banget disini!

    BalasHapus

Posting Komentar