everything must be a reason

makin asik kalau kamu pakai headset🤏🏼
Pernah denger kata ini ga? “Allah gaakan kenalkan kita dgn seseorang tanpa sebab, everything must be a reason”  setiap sesuatu pasti ada alasannya, right? Termasuk perkenalanku dengan mereka. Kurang lebih empat sampai lima tahun aku telah mengenal mereka, jadiiiii sudah bisa dipastikan, kalo baik dan sedikit buruknya mereka aku sudah mengenalnya, begitupan mereka ke aku, maybe.  Hehe 😂😂

Selama lima tahun mengenal mereka, banyak sekali momen yang terekam dalam kepala, yang pastinya tidak semuanya berisi dengan tawa. Momen yang kita lalui ini rasanya gado-gado kadang di isi dengan tawa, senyum-senyum gak jelas dikala cuma dengan lirikan mata aja kita bisa ng-review kelakuan orang wkkwk, bukan gibah loh yaa!🤣, kesel, tangis. Entah itu aku yang bikin salah satu dri mereka kesel ataupun sebaliknya. Selama lima tahun ini kita sudah melalu itu semua. Termasuk hal-hal random yang bakal kita rindukan kelak, ketika sudah  memiliki kesibukan masing-masing.

Menjadi bagian dari mereka itu rasanya nano-nano banget, kadang... aku merasa setara dengan pengetahuan yang
mereka miliki, 
banyaknya, aku sering minder kalo lagi sama mereka.

Mereka ituu.... keren bangetttt.

Selama 22 tahun hidup dan 18 tahun mengenyam pendidikan dari TK sampai Kuliahbaru kali ini aku merasakan perasaan yang kaya giniii, wkwkkw nano-nano🐱🏍. Setiap hari sering merasa kurang memiliki banyak pengetahuan, selalu merasa pengetahuanku kok itu-itu aja yaaaa. Hahahaaa.

Beda banget kalo dibandingin sama pendidikan sebelum-sebelumnya, 

fyi dikit, duluuu aku pernah jadi salah satu orang pinter lohh, pernah jadi orang yang di tanya ini tau, di tanya itu tau hehe. (ngomong dgn nada rendah sambil menunduk malu😊) 🤣🤣

Ehhh pas kuliah, tepatnya pas menjadi bagian dari mereka, aku merasa pengetahuanku stagnant, merosot, gak sebanding dengan pengetahuan mereka.

Duluuuuu pas awal-awal menjadi bagian dari mereka sempet ada keinginan buat stop, ngga mau melanjutkan pendidikan ini, ingin beralih ke jurusan yang memang aku inginkan sejak aku berniat melanjutkan ke jenjang perkulian. ingin pindah ke tempat di mana aku tidak perlu merasa tak sebanding. Tapiii untungnya otak kewarasanku menentang kala itu, mungkin kalo otakku bisa bicara,dia akan ngomong gini: “pleas deh rin, jangan lemah! Kalo kamu pindah ke tempat dimana gak bakal ada orang yang menyanggah pendapatmu, mereka iya-iya aja sama argumenmu, pengetahuannya setara dengan kamu, gak ada saingan, kamu gak bakal maju rin, kamu akan merasa cukup dengan pengetahuan dangkalmu itu. Tolong bertahan di tempat ini, kamu butuh sama tempat dan orang-orang  yang seperti ini rin!” sedikitnya, mungkin waktu ituuu gitu yaaa kewarasanku menyadarkanku wkwk, hingga akhirnya aku bertahan sampai sekarang. Mungkin ini alasan dari perkenalanku dengan mereka. Aku butuh mereka, aku butuh pemikiran mereka yang cemerlang. Aku butuh meng-upgrade diriku melalui mereka dan yang terakhir, aku sangat membutuhkan tempat ini, MA’HAD ALY SUKEREJO🤍


Rasanya kurang lengkap kalau aku tak meninggalkan momen-momen manisku di blog ini. Aku ingin semua orang tau, kelak jika jarak telah sulit untuk menciptakan jumpa, ingatanku akan mereka tak akan pernah lekang dalam pikiran.











     
after maem tasyakuran kelar hapalan alfiyah








     pelantikan pengurus DEMA


  yang ini edisi setiap ada kamera minta poto🤣

foto kro wong jember!




iku pipi opo bakso rin!









Pelatihan Ushul Fikih Part 2







ROAD SHOW GAMIS!







eid adha 2025




september aku langsing! max sebelum wisuda!



Pelatihan Ushul Fikih Part 3









diett sii, tapi masih sering eman sama jajan
🤣








Terima kasih sukorejo, terima kasih ma’had aly, terima kasih angkatan 22ku, terima kasih orang-orang yang mengenalku dan ku mengenalnya, terima kasih untuk manusia yang kebaikannya selalu sampai kepadaku.


Aku erina

Aku menyayangi kalian. 














Komentar