Seseorang yang suka tiba-tiba kepikiran suatu hal, yang seharusnya gak perlu atau belum perlu aku pikirkan. Aku suka sekali bercermin cukup lama, tanpa sepatah katapun, hanya menatap seonggok manusia yang sok spesial ini, merasa spesial karena mampu menghadapi semua masalah, padahal, sudah jelas dalam firman-nya, ]286لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ [البقرة: jadi, kemampuanku dalam menghadapi masalah itu sudah diatur oleh allah, bukan karena diriku sendiri😏
Setiap berdoa, aku selalu mencantumkan kalimat“semoga dijauhkan dari orang-orang yang dzolim”, tanpa pernah berpikir, bagaimana jika orang lain yang memang sudah allah jauhkan itu, bukan karena mereka yang dzolim, tapi karena akuyang dzolim kepada mereka? Seharusnya aku menyadari, kalau dunia tidak hanya berputar di aku saja. Manusia satu adalah ujian bagi manusia lainnya.
Seringkali aku iri kepada orang-orang disekitarku, yang
mampu memeta-metakan antara perkara yang harus dan tidak harus dipikirkan dalam
kepala. Tapi sayang, aku dan ovt-ku adalah dua hal yang sulit sekali
dipisahkan. Bahkan karena seringya ovt, rasa gelisah dan cemas itu tetap
singgah, sekalipun masalahnya sudah kelar beberapa bulan yang lalu atau bahkan
beberapa tahun yang lalu.
Tidak jarang air mata tiba-tiba sudah ada di pelupuk,
berebutan untuk di keluarin. Sementara, hati diliputi rasa bingung, kesedihan
atau resah mana lagi yang membuat air
mata ini berebut untuk keluar? Sampai di masa ini, aku menyadari,
nyatanya dewasa yang aku tunggu-tunggu dari dulu itu melelahkan. Bahkan, aku
pernah menangis karena air yang aku minum kepanasan, aku pernah menangis karena
bentuk senyumku tak simetris, aku pernah menangis karena urusanku di kepoin
orang. Tapi faktanya bukan itu alasannya, kadang emang pengen nangis aja tanpa
alasan, lagi cape aja sama semuanya dan jadiin hal-hal kecil sebuah alasan.
Klise yaa!! Tapi memang nyata terjadi.
Yang bisa aku
lakuin untuk diriku sendiri hanya diam, istirahat sejenak dari apapun yang
membuat lelah, dan menghindar dari segala sesuatu yang membuat patah. Tak lupa
juga, diam sembari membisikkan kalimat yang menenangkan diri "Jangan
pernah sesali satu hari dalam hidupmu; hari-hari baik memberikan kebahagiaan,
hari-hari buruk memberikan pengalaman, hari terburuk memberikan pelajaran, dan
hari terbaik memberikan kenangan." 💦
nb: picture hanya sebagai pemanis cerita 😋

Komentar
Posting Komentar