11 Mei
2022, singkat namun lekat dalam ingatan.
aku masih berusaha tidak mengait"kan sesalku atas kepergianmu.
Sudah masuk 2025 ternyata, yaaaa? Waktu benar-benar jalan
tanpa permisi. Tapi jujur, aku masih sering terjebak di fase moro-moro bengong
dan moro-moro di kepalaku ada kamu, padahal aku tahu kita dipertemukan memang
hanya untuk saling kenal, bukan untuk menjadi kekal. Sebenernya aku tuh udah
males banget nulis-nulis hal duka begini, tapi ya gimana, jariku lancar banget
kalau urusannya sudah soal patah miring begini, wkwk😢.
Hay twinn apa kabarrr? Damai banget ya sepertinya? Di bumi
lagi ramai banget, it’s chaotic as always, tapi anehnya di tengah kebisingan
ini aku justru sering merasa sunyi karena nggak ada lagi ocehan absurdmu yang
biasanya memenuhi gendang telingaku wkwk. Gimana aku mau lupa cobaaa sama kamu?
Lawong setiap aku ketawa atau cuma sekedar tersenyum aja, orang-orang yang tahu
aku dan kamu mesti langsung bilang, "Erin, mirip banget!" Kalimat itu
selalu sukses bikin aku diemmmm, dan seketika inget chat pertamamu dulu hahaa,
mana sok pake bahasa arab lagi😭😂, kalau kamu masih di
sini, udah akuu ledekin kamu twinnn, tapi sayangg😭. kamu gaada. Kamu tau gaaa? Aku masih mencoba terlihat
biasa aja, memasang wajah paling tenang saat orang-orang kembali membahas
namamu lagi dan lagi. Aku membiarkan mereka bicara, meski sebenarnya sayang
sekali, mereka nggak pernah tahu kalau gemuruh di dadaku jauh lebih hebat dari
guntur.
Di sela-sela ramainya bumi, moro-moro ada frekuensi baru
yang coba masuk. Setelah kamu pergi sosok itu mulai sering datang di hidup
mungilku ini, manusia yang tipikalnya dingin dan cuek ke dunia, tapi entah
kenapa kalau sama aku dia bisa jadi orang paling cerewet sedunia. Dia baik,
tapi ada satu hal yang sampai saat ini belum bisa dipecahkan dari kedekatanku
dan dia, dan sepertinya ini sulit sekali. Aku dan dia sering banget ngomongin
banyak hal, perkara novel, genre dia sama kaya aku, tapi dia ada suka novel
ribet juga. Ada
bagian dari diriku yang mulai notice keberadaannya, apalagi setelah dia
nunjukin sinyal yang sejujurnya bikin aku sedikit kepikiran. Tapi jujur,
keyakinanku masih di angka nol. Aku masih ragu, masih ada sekat yang belum bisa
aku buka, jadi semuanya masih aku biarkan menggantung di udara karena aku belum
siap kasih jawaban apa-apa. Lagipula, sejak satu hari sebelum bulan kelahiranku
habis (30 Juli 2022), aku belum nemu lagi orang yang mukanya mirip sama aku,
kan katamu dulu jodoh biasanya mirip, wkwk. Belum ada yang bener-bener ndobrak
hati mungilku wkkwkw.
Jadi, doain aku di situ yaa twinnn. Doain aku oke, doain
aku makin cantik juga wkwk, doain aku supaya bisa di tempat yang aku mau dan
aku aku oke, doain aku bisa dapetin segala hal yang aku pengen. Doain juga biar
aku dapet jodoh yang oke😙; yang oke sikapnya, oke
pedulinya, oke mukanya😂🤏🏽, dan yang paling penting
keluarga terutama ibunya juga oke sama aku, wkwk.
Pada akhirnya, aku sudah berdamai kalau garis finish-mu memang harus lebih awal. Terima kasih ya, Twin, sudah sempat jadi 'kembaran' yang paling seru. Terima kasih sudah pernah menciptakan tawa dan bahagia untukku. Sekarang, sedihnya aku simpan dulu, aku mau lanjut jalan lagi dengan senyum yang lebih lebar, doain supayaa aku Oke ya. Rest in love, Twin. 🖤
hallooo, ada yang mirip muka kita lagi nih twinnn. pasaran sekali muka kita yaaa wkwkkw
BalasHapus