The way i’m
missing you
Tapi percayalah, ini terakhir kalinya aku akan
menulis tentangmu.
Aku tak lagi terbangun dengan terburu-buru ketika
notifikasi bermunculan di ponselku, pun, aku sudah tak lagi berekspetasi namamu akan muncul di sana menghubungiku,
Segala rencana yang dulu kita rangkai, dan
terpaksa terkubur sebab kepergianmu kala itu, kini sudah mulai kulupakan.
Dikubur oleh ratusan seduhan kopi dan tangis
yang tak kunjung sudah.
Mungkin seperti itulah gambaran nyata bagaimana aku
merindukanmu sekarang.
Aku tak lagi mengingatmu dengan luka,
Aku tak lagi mengingatmu dengan menangis
hingga rasanya dada begitu sesak,
Aku tak lagi mengingatmu di setiap malam selasa ataupun
malam jum’at, atau bahkan di acara-acara dengan hati yang sesak, hatiku tak lagi
riuh tatkala mendengar lantunan sholawat yang sering kau bawakan.
Tidak, aku tak merindukanmu seperti itu lagi, aku sudah
tenag sekarang, aku masih rindu kamu, masih! tapi kini dengan perasaan yang jauh lebih
tenang.
Aku merindukanmu, dan aku sudah sadar bahwa
aku tak akan mendapatkanmu lagi,
Aku tak bisa memutar waktu untuk kembali merasakan perasaan yang sama,
aku tidak bisa, dan aku sudah terima itu.
Ketiadaanmu sudah tidak menggangguku lagi, sekarang, kau
tak lebih dari serpihan masa lalu yang aku kenang dengan senyum dan bahkan
sesekali berterimakasih karena dulu kau masih mau menemani dan menjadi
pendengar setia di kala senang, terpuruk maupun gagalku.
Meski rasanya aku masih akan selalu merindukan suaramu,
rindu akan tingkah absurdmu agar membuatku tertawa, bahkan aku juga merindukan
sesuatu yang dulu aku risih ketika kamu di pagi siang dan malam selalu tanpa
absen melakukan itu, iya, aku juga rindu gombalanmu yang tak pernah ku dapat
dari dia sebelummu. Tapi, yaa itu, hanya sekedar rindu masa-masa di mana aku
merasakan kasmaran yang jauhhhhhh lebih mendebarkan dibanding kisah sebelumnyaL.
Kini, mungkin sudah saatnya, aku melangkah, mulai lebih
mengikhlaskan semua takdir yang terjadi.
Pada akhirnya, jika suara tidak lagi bisa
terdengar, dan didengar, saat raga tak lagi bisa ada, ada cara paling sederhana
tapi istimewa untuk terus berdampingan denganmu, yaitu DOA.
Al fatihah dan tulusku, semoga selalu
bersamamu.
hari ini, 2 tahun lebih sejak kepergianmu, bayangmu masih selalu terlintas di kala sepi dan ramainya isi kepalaku, masih sering berandai-andai, andai kamu ada, mungkin aku tak sesepi ini, of course in matters of love perhaps?, sungguh aku sangat ke pd an kepadamu yaaa, andaikann masih adapunn, apa kamu bakal melanjutkan sedikit kenangan itu bersamaku? hhahaaaa lucu sekali erina iniπ
BalasHapusaku kangen, sangat, al-fatihah
ternyata aku masih mengingatmu, gpp ya. I really feel lonely jib.
Hapusdear surat yasin, dulu aku pernah membacamu sambil meneteskan air mata karena kehilangan seseorang :(. dan semalem orang itu muncul di bawah alam sadarku, ternyata aku tak hanya menangis di sana, di rl aku juga menetaskan air mata, sampai membuat orang yang ada di samping-sampingkuu kaget, "erin mimpi apaan sampe nangis wehh" suara temanku terdengar juga di bawah alam sadarku. tapi aku tak kunjung sadar ha ha.
BalasHapushayyy orang yang pernah menciptakan tawa dan bahagiaku, tau tidak? aku sedang... eh nanti aja dehh ceritanya. hehe
hayy, kembaran! met lebaran. ehe...
BalasHapusdi tahun ini aku berhasil bersih-bersih semua jejak yang kamu tinggalkan. dann ternyata aku bisa tanpa jejak-jejak itu. terima kasih yaa, duluu sudah mau menemanikuu. baik-baik di sana, eh pasti baik sih, aku yakin ituu! doain aku jugaa yaa, aku inginnnn ketika aku pergi nanti, aku juga dikenang sepertimu, yang tersisa cuma kebaikan-kebaikannya. doain aku beruntung, apapun ituuu. inginn ceritaa banyakkk, tapii aku sedang tidak bersemangat. sepertinyaa akuuuu ingin menangis.