cinta yang kau titip, masih ada disini

Detik berganti menit yang tak mungkin berkhianat pada waktu,

Siang senantiasa menunggu senja sampai gelappun datang tak tersentuh cahaya,

Malam ini merupakan malam ke sekianku memaksa pikiran dan hatiku sendiri supaya lekas tersadar, bahwa kamu, saat ini dan seterusnya tak akan pernah menjadi sosol nyata dalam semua harapku.

 

Saat kamu datang,

Senang sesenangnya,

Saat kamu pergi,

Sedih sesedihnya,

Ya! Mungkin memang begitu,

Sesuatu yang berlebih memang tdak baik.

 

Komentar

  1. hayyyy Jibbb, Tadi penutupan ASPI, tau gaa? pas tiba di musholla, moro" kepalaku ramee banget sama kalimat: 'Jib, biasanya kamu yang di situ, biasanya kamu yang ikutan memeriahkan acara ini.' Hmm, itu cuma isi kepalaku ya, Jib. Aku nggaa kangen kamu kok, sungguh! ✌🏼🥺
    Selama acara belum mulai, aku sibuk sekali. Bukan cuma sibuk ngerapiin printilan acara, tapi juga sibuk sama isi kepalaku. Kelar ngerapiin printilan acara, aku diam dan memilih duduk sambil memperhatikan dua pintu musholla (seketika semuanyaaa munculll di kepalaku, ha wkkwkw😶🥀)dan melihat ke arah kelompok yang biasanya ada kamu di sana.
    Moro-moro Dek Cupi datang, duduk di sampingku, dan langsung ngomong, 'Inget twin-nya ya, Mbak?' sialnya, aku ngangguk tadi jib. Setelah itu, Dek Cupi bilang dia mau request sesuatu. Dia bangun, lari ke belakang, ke tempat panitia putra dan ngomongin sesuatu.
    Kamu tahu apa yang dia omongin? Dia minta tolong ke mereka supaya bilang ke kelompok yang dulu ada kamunya untuk membawakan sesuatu yang sering kamu bawakan dulu. Pas Dek Cupi balik duduk bareng aku dan Adel, dia cerita soal itu. Di situ aku langsung nangis, Jib hahaa lucu sekali🥺. Air mataku keluar sendiri tanpa disuruh. Tapi aku nangis bukan karena kamu yaaaaa. Aku nangis mungkin karena Dek Cupi se-effort itu buat bikin aku senang, supaya bengongku ga sia-sia. eehehhehh, mana deres lagi air matanya yang keluar, udah muka pas-pas an, malah di tambah mata bengkak, pas acara lagiiii, hadeeeee.
    Air mataku makin deras pas Adel sama Dek Cupi ngusapin punggungku. Di momen itu, rasanya sesak sekali, Jibbbb. Sesak sampai tanganku gemetar pas mau ngusap air mata. Kok aku sampe nangis yaaa. hm
    Dan endingnya, aku mendapatkan 'itu' di detik-detik terakhir sebelum acara dimulai. Aku mendengarkan sesuatu yang sudah jarang bangett kudengar, tapi suara yan kudengar bukan suaramu lagi. Setelah mendengar ‘itu’ sampai kelar, aku merasa lega. Ternyata sekarang mengenangmu bukan lagi dengan rasa sesak yang menyakitkan. Memang masih sesak, tapi sesaknya campur bahagia.
    Intinya, aku suka saat mengenangmu tidak lagi terasa sebagai luka karena ditinggalkan. Yang kurasakan sekarang adalah aku senang karena sudah sempat mengenal dan dikenal olehmu dulu. May you rest in peace, I will continue to pray for you. 🥀 doain akuu jugaa yaa di situu, doain akuu supaya pas aku kembali ke langit nanti, respon orang-orang juga sama kaya waktu kamu kembali ke langit, yang tertinggal limpahan kebaikannya. aminnn!

    BalasHapus

Posting Komentar