2022 Aku Kamu dan Sesuatu

Assalamualaikum.

22_

Ah, tahun ini...
Terlalu banyak luka.
Tulisan ini, bukan lagi tentang awal tahun. melainkan pertengahan tahun, yang seharusnya sudah tak ada lagi luka.
Masih ku ingat, jelas dalam ingatan, Maret, tepat 10 hari sebelum bulan itu berakhir, aku gagal, ya aku mengalami kegagalan.
Sedih? Ah jangan di tanya, sebelumnya aku gak pernah sejatuh itu, kala itu, aku merasa sekujur tubuhku sakit!. Kejadian itu bukan hanya menyerang batinku, melainkan juga menyerang fisikku.
Mungkin kalau kepala ini bukan bikinan gusti Allah, aku yakin kepala aku sudah pecah sejak saat itu.
Aku kira, luka dan kesedihan itu tak akan terulang lagi pasca liburan, tapi bayanganku salah, nyatanya aku kembali merasakan luka.
1 hari sebelum bulan kelihiranku selesai, luka ini kembali hadir, bukan dengan sebab yang sama, 30 Juli  sebuah tragedi yang mampu menyentil hatiku, menyadarkan aku tentang betapa besarnya nikmat rasa yang mungkin sudah Allah hadirkan jauhh sebelum tragedi itu.
ah, luka ini bukan lagi tentag kegagalan, yang masih memungkinkan untuk di ulang kembali, luka ini tentang sebuah kehilangan, yang tak mungkin bisa di reka ulang, abadi! Selamanya tak akan kembali.
Aku gak tau, seberapa besar luka yang kurasa ini, tapi luka ini sangat membekas, selalu hadir di setiap momen yang pernah di lalui, sejak kepergiannya kala itu, dan dengan perasaan sedihku yang tak bisa dikatakan biasa saja, aku berfikir "Sejauh apa Allah sudah memberi nikmat rasa ini untukku? Kenapa kepergiannya sangat berpengaruh dalam hatiku??" 
ah, ketika nulis ini pun, luka ini, terasa masih ada.
Mungkin aku terlalu egois mengatakan di tahun 2022 terlalu banyak luka,
Aku terlalu menutup mata untuk melihat kebahagiaanku dan aku terlalu fokus dengan semua lukaku.
Tapi nyatanya emang gituu🥺 sekalipun bahagia itu lebih banyak di banding luka-luka ini, tapi rasanya tuhh... Ahhhhhh.
Intinya luka-luka ini sakit bangett, rasanya kalau aku bolek meminta, cukup sekarang
saja lukanya, untuk seterusnya, aku ingin bahagia selalu ada untukku.


Thanks for all the love

Malam ini,

SAH sudah...

Perpisahanku dengan mereka.

Sedih?

Jangan di tanya, sekalipun gak semuanya dekat, tapi satu tahun itu sudah cukup membuatku merasa hangat ketika berada di tengan-tengan mereka.

Tapi malam ini, kehangantan itu serasa hancur tak tersisa. Semua hanya menyisakan sesak di dada

Ya!

I'm crying again.

Ternyata gak semudah yang kupikirkan untuk terlihat baik-baik saja,

Rapuhku menemaniku.

Tapi harapku, dia hanya menemaniku di detik ini saja,

Inginku, di detik selanjutnya dan seterusnya,

Aku ingin di temani Bahagia.

 21 Mei 2022 (dan disini masih ada dia)

 

Sedikit tentangnya.

Kala itu, parasnya belum kuketahui, 
Hanya namanya saja yang sudah tak asing di pendengaranku, 
Beberapa orang, mengatakan kalau parasnya menyerupai parasku. 
Perihal suaranya, ku akui, suaranya memang enak di dengar, dan aku juga menyukai suaranya sama seperti para gadis lainnya yang selalu heboh kalu dia sudah adzan, tapi aku nggak, (aku tidak ikutan heboh karena aku menghindari gojlokan, karena sejak awal ketika namanya di sebut, segelintir orang malah mengait-ngaitkan namaku, dan aku cari aman aja, dengan tidak ikut2 an heboh ketika suranya memenuhi sudut persudut asrama🙃)
Sebelumnya, gak pernah terbesit dalam kepala bakal akrab ataupun dekat dengan nya, gak usah itu, membayangkan berkomunikasi aja gak pernah.
Sampai akhirnya...
Sesuatu yang ada di kepalaku itu menjadi awal dari segalanya,
Yaa dia hadir dengan memperkenalkan dirinya,
Memberi pernyataan, kalau dia emang benar2 mirip denganku,
ah diaa,
Dengan ciri khasnya yang super duper  PD
Ciri khasnya yang supel.
Aku kangen😩
Sejak pernyataan itu, 
Dia mulai menuturkan keinginannya dari yang jelas sampai yang tidak jelas.
Menuturkan cita-citanya, memberi sebuah janji, menyiapkan sebuah rencana...
ah, tapi semua itu tak ada satupun yang tercapai:(
Dia pergi dan tak mungkin kembali lagi,
Dia pergi meninggalkan, semua janji dan rencananya,
Dia oergi meninggalkan kenangan bercampur luka,
Dia pergi dengan meninggalkan penyeselan di hati orang yang di tinggalkan,
ah dia... Yang kala itu memanggilku dengan panggilan Twins nya.
Senyum hangatnya yang kala itu, belum sempat ku balas.
Twinnnn🥺
Boleh Gak? Aku kangen? 
Aku kangen dengan segala hal tentangmu,
Setiap ada acara, aku gak bisa mengontrol hati dan mataku,
Kok gini ya twinn
Rasanya sakit banget, aku sampe heran sama diri aku sendiri...
Knp aku segitunya???? ahh tapi emang bener sesek bangettttttt.
Sudah ku tahan, tapi tetep aja, aku secengeng ini, sakit banget twinnn
Menahan supaya gak nangis ni bikin sesek.
Sampai saat ini pun, aku masih gak percaya sama tragedi ituu😫.
Kadang aku masih ngerasa, kalo kmu gak pergi, kmu masih ada di sini,
Aku masih sering nunggu adzanmu..
(ahhhh, lagi-lagi aku ingat dengan semua janjimu jib🥺 ingat dengan omongan dan keinginannmuu yang belum sempat ku lakukan, Maaf😩!)
suaramu itu masih sering mampir di samping telingaku,
ah, kamu semoga tenang di alam sana,
selamat jalan, kisah hampir!💓


30 Juli 2022

Bismillah,

Tawakkalna ala Allah. 

Ketika jazad berubah menjadi jenazah, berarti ada sebagian harapan harus pasrah, Diserahkan sepenuhnya kepada Sang Pemilik Semesta dengan Tabah,

1 MUHARROM 

31 Juli 2022

Aku terbangun di malam hari, dan berharap hanyalah mimpi buruk belaka, Aku tak bisa kembali tertidur malam itu. Menyadari bahwa mulai esok sudah tidak akan ada lagi dirimu, Tak akan ada lagi hari dimana aku bisa merasakan nyamannya mendengar suaramu, Apakah sebegitu sakitnya, aku harus kehilangann?

02 Agustus 2022

“Sejak saat itu,

Aku yakin bahwa hatiku sudah berada dalam gengamanmu

Menjadi hak milik untuk kau rawat, yang kemudian kau hancurkan

Kau kembali ke langit dan aku menetap di bumi

Tenggelam dalam rutinitas.”

Masih melekat, Kala itu langit sore tiba-tiba mendung, mengandung dan mengundang cemas bagi kami. Aku masih nggak bisa biasa aja jib! Semakin mencoba untuk mengenyahkanmu dari fikiran, semakin sering juga bayangmu hadir.

Aku harus apa? Tak pernah aku sesakit ini hanya gara-gara salah satu kaum adam. Kamu! Meninggalkan cinta dan pedih secara bersamaan.

Boleh nggak twinn, aku bilang kangenn? L

 

10 Agustus 2022

Seandainya kala itu kau hanya singgah sebagai tamu , dan tak berjanji untuk menjadi bagian penting di kehidupanku, tak berjanji untuk menetap, selamanya! Mungkin, yang akan aku suguhkan kala itu hanya secangkir kopi bukan hati, Mungkin tak akan sesesak ini sebab kepergianmu, ahh lagi-lagi kamu ... .. MISS YOU TWINN!

 

15 Agustus 2022

Beberapa malam selasa yang lalu, aku menunggu suara itu, aku berharap, dan aku masih bisa mendenggarkannya, Malam selasa ini, aku menunggu suara itu, Lagi! Aku berharap,Lagi!, tapi bedanya kali ini, harapku tak mungkin berujung.

TAMANNI! Mungkin adalah kata yang cocok untuk saat ini,  ah..kamu, bolehkah aku mengharap wujud rengkarnasimu?, mungkin sudah terlambat, tapi terimakasih twinnn, sudah menitip cinta yang tak biasa : )


Dia “ARAH-Ku”

Dia yang namanaya, tak asing lagi di telingaku kala itu .

Dia yang parasnya sering dikaitkan dengan parasku.

Dia yang  tuturnya selalu santai.

Dia yang suaranya selalu di tunggu di pergantian waktu.

Ah..

Dia yang kini sudah tak bisa lagi kujumpai senyumnya

Aku kangen, Sangat!

 

22 Agustus 2022

Di akhir bulan Maret 2022 aku pernah mengharapkan keajaiban untuk suatu momen yang menjadi cerita sedih setiap kali diceritakan kembali, Kali ini, tetap di tahun yang sama, 6 bulan setelah bulan itu, untuk yang kedua kalinya aku kembali berharap adanya keajaiban. Kali ini aku berharap orang yang pergi tepat satu hari sebelum bulan kelahiranku selesai, aku berharap dia kembali, tidak pergi untuk selamanya.

 

07 September 2022

Rabu, satu pekan pertama di bulan September, tepat 40 hari setelah kepergianmu kala itu,

Dulu.. awal pertama kali kamu memperkenalkan dirimu, aku selalu menepis perasaan aneh yang hinggap di setiap katamu menyapaku, kurang lebih dari 48jam, aku merasakan degup  jantung yang berbeda dari biasanya, saat kau mengutarakan keinginanmu kala itu, tapi aku selalu menyangkal perasaanku. Saat itu aku tak mau gegabah untuk langsung menerima ajakanmu, tanpa kusadari, sebelum itu mungkin ada sebagian hatiku yang memanggg sudah jatuh dalam dekapanmu, singkat memang. Aku juga nggak tau, kenapa aku begitu mudah menjatuhkan hatiku dalam genggamanmu, mungkin karena kamu berbeda dari dia dan dia yang sudah lalu,

Tapi apa kamu tau twinn? Tak cukup waktu sesingkat itu untuk menghilangkanmu dari pikiran,

Senyummu

Suaramu

Sapaan hangatmu

Kehebohanmu

Keusilanmu

Kerutan dahimu ketika capek dan bingung, semuaanyaaa masih sering muncul di saat sepi dan ramainya pikiranku

Kamu twinn, dulu, sempat kubayangkan kalau memang kamu sosok muhammad itu, :(

Memang ssudah terlambat, tapi aku ingin ngomomg ini..

Twinnn...

Terimakasih sudah pernah menyatakan kalimat yang meskipun sudah berulang kali kamu mengatakannya tetap membuat detak jantungku tak stabil, :)

Kamu tak bertepuk sebelah tangan, aku saja yang terlalu parno kala itu.. maaf.

Twinnn

Terimakasihh untuk waktu dan semua kenangan yang tak pernah aku terima dari dia yang lalu.

Twinnn

Terimakasih sudah pernah menjadi alasan tertawa dan tersenyumku hanya karena tingkahmu,

Twinnn

Terimakasih atas caramu menitipkan cinta yang tak biasa

Twinnn

Terimakasih untuk semuanya, 

kamu! Salah satu bukti dari adanya penyesalan...

 

09September 2022

Aku kira aku sudah move on dari kegagalan ituu, ternyata aku masih sempat-sempatnya ngerasain sesak tatkala kegagalan itu di singgung lagiii,

Leonha pov “ayolah erinnnn jangan tetep sedih-sedih muluuu” tapi emang masihh sesek bangettt kalo di singgung lagiiii L ahhhhhh kuatkannn!

 

27 September 2022

Hayyyy twin, HAPPY BIRTHDAYYJ

Al-fatihahh..

 

 

01 Oktober 2022

Genap 2 bulan sejak kepergiannmu kala ituu,

Sholawat, Nasyid, Adzanmu.. semua masih tentangmu twinnn, bukan tak ingin ikhlas tapi semua masih terasa seperti mimpi buruk, dan masih terasa hanya mimpi!

 

22 Oktober 2022

Seharusnya hari ini aku mendengar suaramu, seharusnya hari ini kamu ikut andil memeriahkan acara ini, seharusnya soskmu yang ada di balik kamera itu, seharusnya, seharusnya dan seandainya... 2 kata yang sejak kepergianmu kala itu selalu kuhindari, namun tanpa ku sadari 2 kata itu yang selalu melekat dalam kataku ketika mengingatmuu.

 

KAMU

Layaknya pelangi, Indah namun hanya sesaat,

Layaknya air hujan, berisik namun juga menenangkan,

Layaknya langit, terlihat dekat namun sulit untuk ku gapai.

 

06 November 2022

Genap sudah 100 hari sejak kepergianmu kala itu twinn

100 hari sudah, aku tak pernah menjumpai parasmu lagi, 100 hari berlalu, aku tak lagi mendengar suaramu, dan sampai saat ini pun, aku masih menyesali semua keterlambatanku dalam menyadari tentang sesuatu antara kamu dan akuL, dan juga andai sore terakhir itu aku tak membiarkan senyum dan sapamu,  tanpa balasan, mungkin aku tak akan merasa sangat sesak dan sangat merasa menyesal seperti ini, Andai aku masih bisa memiliki waktu itu lagi, andai aku masih bisa berada dalam keadaan itu lagi, aku tak akan menyia-nyiakan waktu untuk suatu jawaban yang aku seniru sudah yakin dengan jawaban itu, ahhh aku sajayang terlalu parno kala ituu,

Kemarin, seharusnya kamu sempro, dan lagi-lagi ketika ingat kamu selalu menimbulkam penyesalan yang sangat di hati,..

twinn intuk kesekian kalinyaa, aku masih tak terbiasa unttuk inii,

Saudade twinn.😢


11 Desember 2022

Hayy

Apa kabar twinn?

Pasti baik-baik ajaa, tenang banget ya twinn di situuu? Lebih enak di situ yaa dari pada di bumi yang sekarang ku pijaki, pasti indah banget di situu, pasti kamu senang banget di situu, aku yakin itu, ! kamu orang baik,

Tapi, apa kamu tau twinn? Sejak kejadian itu sampai detik ini, selalu ada rasa sesak tatkala aku mengingatnya, selalu ada rasa sesal tatkala sadar, kalau semua hal yang pernah kulalui denganmu tak mungkin terulang lagi, setiap hari, rasanya pengandaianku tak ada henti, ahh kamuuu, kenapa bisa sesakit inii?, boleh gak aku kangen?


18 Desember 2022

Lebih dari 100 hari sejak saat itu twin, sejak tragedi yang sulit untuk ku percaya. Dan hari ini, di sini, di tempat ini, tempat pertama kali kita di pertemukan, kembali kehadiran beliau, salah satu dzurriyah rasulullah. Dan aku kembali mengingatmu, aku mengingat saat kamu sibuk kala itu, aku mengingat saat kamu nyempil diantara beliau-beliau... ah, kamu twinn, aku masih ingin mendengar ceritamu.


 Penghujung 22

Bukannya aku gak mau mengikhlaskan, aku ingin, sangat!. Tapi, seperti hari-hari sebelumnya, semakin mencoba menghilangkan fikiran-fikiran yang penuh tentangnya, malah semakin sering bayangan serta momen yang pernah di lalui bersama seliweran di kepala, hemm ... kamu mungkin emang bedaa dari dia- sebelumnya...  buktinyaaa, momen-momen singkat ituu gak bisa gitu aja aku ilanginnn, ternyata ucapanmu bener kala ituu, kamu emang sekeren ituuu, (saat nulis ini pun aku inget banget tampangg sok PD mu kala ituu, ah kamuu ).

Sore tadi, sesak ini kembali hadir, harap untuk tetap bisa melihatmu dengan mereka, harap untuk kembali melihat kesibukanmu, harap menunggu detik-detik mendengar suaramu, harap untuk  kembali di lihat dari arah pintu kanan dan kiri olehmuuu, dan harap bertukar senyum di momen-momen itu. hehe L kangen.

Seandainya bisa, aku ingin menagih janjimu,

Janji untuk selalu membuatku bahagia, janji untuk selalu ada disetiap susah dan senang... ah kamu, terlalu banyak yang kamu janjikan😟 tapi kenapa kamu memilih untuk ingkar? Terkadang ada rasa sesal campur bersalah di hati karena sudah memberi celah untuk kau masuki, ketika tau endingnya bakal sesakit ini sebab kepergiannmu.

Twinn, twin..  aku gak ngerti sama diri aku dari satu dua orang yang pernah mendekatiku... kenapa hanya sama kamu yang sulit untuk ku lupa?. Kenapa hanya denganmu yang mudah kuputar kenangannya?. Kenapa hanya denganmu aku merasa sesakit ini karena di tinggalkan?. Apa aku terlalu berlebihan meyakini semua janji dan omonganmu?. Sampai Allah tak lagi mengizinkan aku untuk berjumpa atau bahkan hanya sekedar melihatmu lagi?

Sejak kamu bilang kalo kamu sering bolak balik baca blog ini..., sejak saat ituuu aku janji akan tulis cerita kita juga di sini... tapi akuu tak pernah membayangkan, bahwa cerita yang akan kutulis ternyata cerita sesak seperti ini!. 

 

Komentar